iRumah Tahfizh Ar-Rayyan Tak Dipungut Biaya Sawah Tangah Semakin Diminati

Sawah Tangah: Rumah Tahfizh Ar-Rayyan Tak Dipungut Biaya  Semakin Diminati 


Sawah Tangah, sinkronnews. com -- Keluarga Besar H.Sainir Dt.Sanggono Dirajo penduduk asli Nagari Sawah Tangah,Kecamatan Pariangan, Tanah Datar sukses mendidik anak-anak hafal Al-Qur’an. Hingga saat sudah tercatat muridnya sebanyak 68 orang dan telah mengharumkan nama Tanah Datar yang berkontribusi dalam perlombaan hafidz Al Qur’an.

Jauh sebelum program “Satu Rumah Satu Hafizh” dicanangkan Bupati Tanah Datar Eka Putra, ternyata H. Sainir Dt. Sangguno Dirajo telah memulainya di Nagari Sawah Tangah,

Kecamatan Pariangan. Ia menjadikan rumahnya sebagai tempat mendidik anak-anak nagari membaca dan hafal Al Qur’an dengan nama Rumah Tahfizh Ar-Rayyan. Mereka tidak dipungut biaya sama sekali. Sedangkan untuk honor ditanggulangi sendiri oleh Keluarga H.S.Dt.Sanggono Dirajo. Inilah yang membedakan dengan Rumah Tahfidz lainnya. Bahkan Rumah Tahfidz ini tidak ada bantuan pemerintah sama sekali.


Kehadiran rumah tahfidz Ar-Rayyan memang diniatkan untuk syiar Al Qur’an di Nagari Sawah Tangah. Dengan harapan tiap tiap rumah ada anak-anak menjadi hafizh. Tujuannya membentengi anak-anak dari perbuatan tak baik dengan menjadikan generasi yang cerdas serta Al-Qur’ani, kata Pengasuh Noviyelis.
“Rumah Tahfizh ini didirikan awal tahun 2017 lalu oleh Pak Sainir Datuak Sangguno Dirajo dan istrinya Hj Yuswarti Sainir. Pertama dibuka hanya dengan lima anak,” ujar Noviyelis, saat menerima  rombongan Journalist Journey #3, Sabtu (24/1/2026).


Alhamdulillah dalam delapan tahun perjalanan Rumah Tahfizh Ar-Rayyan makin menampakkan hasil nyata. Murid terus bertambah. Jika ada murid yang selesai belajar dan melanjutkan pendidikan ke luar nagari maka digantikan oleh anak-anak yang baru. Saat ini jumlah murid berjumlah 68 orang yang belajar tiap hari secara gratis. Sekarang kita mempunyai tiga kelas, tambah Noviyelis.


Menurut Noviyelis, sejalan dengan program religius dari Pemda Tanah Datar yaitu “Satu Rumah Satu Hafizh” maka kehadiran Ar-Rayyan sangat diapresiasi oleh masyarakat Nagari Sawah Tangah dan sekitarnya. Apresiasi itu dalam bentuk dukungan terhadap anak-anaknya belajar di Rumah Tahfizh Ar-Rayyan.

“Alhamdulillah murid kita sudah ada yang hafizh 20 juzz. Murid kita pun telah dua orang pula yang mendapatkan hadiah umrah dari Pemda Tanah Datar. Mudah-mudahan kedepan makin banyak murid Ar-Rayyan yang berprestasi dibidang baca Al-Qur’an,” kata Noviyelis.


Selain menghidupkan gema Al-Qur’an di rumah yang ada di Nagari Sawah Tangah, ternyata salah satu murid Rumah Tahfizh Ar-Rayyan telah pula mengharumkan nama Tanah Datar dalam MTQ Nasional Tingkat Sumatera Barat ke-41 tahun 2025 lalu di Bukittinggi.


Sesuai dengan namanya, Ar-Rayyan adalah nama salah satu pintu sorga khusus bagi orang-orang yang berpuasa karena Allah SWT. Secara harfiah Ar-Rayyan berarti memuaskan dahaga. Begitulah hendaknya, semoga anak-anak yang hafizh Al Qur’an ini dapat melepaskan dahaga orangtuanya kelak di sorga Allah SWT. Amin..

Program rumah tahfizh yang digelorakan Bupati Eka Putra terus mendapat dukungan dari masyarakat, bersamaan dengan targetnya satu rumah satu hafizh. Alhamdulillah sampai akhir tahun 2025 jumlah rumah tahfizh di kabupaten ini mendekati angka 500 buah.

Sebagai dampak dari pertumbuhan jumlah rumah tahfizh diwujudkan dengan jumlah anak-anak yang hafizh Qur’an yang terus bertambah. Caranya, Pemkab Tanah Datar menandai setiap rumah yang ada hafizh dengan stiker. Sampai akhir 2025 jumlah berstiker telah mencapai 11 ribu dengan 20 ribu orang lebih anak penghapal Al-Qur’an.(c"") 

Post a Comment

0 Comments