Sejarah HUT RI Ke-81 Pertama Kali Merah Putih Dikibarkan Dikawasan Hiu Paus Teluk Cendrawasih


Sinkronnews.com - Pantai Sowa memiliki garis pantai sepanjang 10 km dengan air laut yang sangat jernih dan kehidupan masyarakat lokal yang harmonis dengan alam, kearifan lokal dalam memanggil hiu paus, serta tarian adat penyambutan tamu. 

Beraneka ragam potensi laut yang melimpah seperti ikan bakar segar, olahan sagu tradisional dapat ditemui disana.

Masyarakat di Kampung Sowa mayoritas bekerja sebagai nelayan tradisional. Seiring berkembangnya wisata TNTC, sebagian masyarakat mulai beralih atau mendapatkan penghasilan tambahan sebagai pelaku pariwisata swadaya, seperti mengelola penginapan/homestay (Pantai Gware), menyewakan perahu/speedboat untuk melihat hiu paus, serta menjadi pemandu wisata lokal.
 
Untuk menuju Kampung Sowa, perjalanan dapat ditemluh melalui penerbangan Jakarta ke Nabire: Ambil penerbangan dari Jakarta menuju Bandara Douw Aturure Nabire (NBX). Rute maskapai seperti Batik Air kini menyediakan jalur cepat transit via Ambon langsung ke Nabire. 

Untuk perjalanan darat atau laut ke Sowa kita dapat memulai dari perjalanan jalur darat dengan menyewa kendaraan mobil dari pusat Kota Nabire menuju Pantai Sowa.
Perjalanan memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam melintasi jalur Trans-Papua yang dikelilingi hutan alami.

Adapun jalur laut kita dapat menggunakan speedboat dari pelabuhan di Nabire langsung menuju Sowa dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
 
Yayasan Somatua, yang didirikan oleh Maximus Tipagau, berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekowisata. Di Sowa, yayasan ini menggerakkan aksi sosial seperti pembersihan lahan/fasilitas wisata di kawasan TNTC, memberikan pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta melatih pemuda lokal menjadi pemandu wisata (tour guide) profesional untuk mengelola potensi wisata secara mandiri. 

Perusahaan operator wisata milik bapak Maximus Tipagau, PT Adventure Carstensz, menjual paket wisata ke kawasan Nabire dan Sowa. Mereka menyediakan paket open trip maupun private tour untuk aktivitas diving dan snorkeling bersama hiu paus di Teluk Cenderawasih. Mereka juga menjadi salah satu inisiator utama  dalam penyelenggaraan acara kenegaraan dan konservasi di wilayah ini.

Maximus Tipagau selaku tokoh muda Papua begitu peduli dengan Kampung Sowa karena sebagai tokoh muda dan pengusaha asli Papua, Maximus Tipagau memiliki visi besar untuk membangun ekonomi berkelanjutan melalui pariwisata tanpa merusak alam. 

Ia melihat Kampung Sowa memiliki aset wisata kelas dunia (hiu paus) yang jika dikelola dengan baik, dapat mengangkat derajat kesejahteraan, membuka lapangan kerja, dan membebaskan masyarakat lokal dari ketertinggalan ekonomi dan pendidikan.

Post a Comment

0 Comments